• Perfilman

Penerbit Erlangga

Waktu Set Belum Siap dan Kamera Sudah Harus Jalan, Di Situlah Cerita Ini Dimulai

Kalian pernah nggak ada di situasi di mana semuanya terlihat berantakan di lapangan, tapi shooting tetap harus jalan dan kontennya tetap harus jadi tepat waktu? Oktober 2024, saya ada persis di tengah situasi itu, saat saya menerima kepercayaan sebagai Video Producer Penerbit Erlangga untuk produksi video pembelajaran Erklika.

Jadi peran saya di sini bukan cuma soal hasil akhir yang tayang di layar. Tapi soal memastikan keseluruhan proses, dari konsep visual sampai eksekusi di lapangan, berjalan dengan arah yang jelas. Selama satu bulan penuh, kami menyelesaikan 5 episode video, dengan tim 7 orang kru yang harus saya arahkan supaya semua bergerak di ritme yang sama.

Lebih dari Sekadar Dokumentasi di Belakang Layar

Banyak yang kira posisi di belakang kamera itu kerjanya santai. Tapi justru di situlah semua tekanan berkumpul. Lewat Pengalaman Behind the Scenes Director Video Pembelajaran Erklika ini, saya belajar banyak hal. Peran di balik layar punya dua tanggung jawab besar. Pertama, menjaga narasi visual tetap nyambung tiap episode. Kedua, memastikan kita mengambil keputusan produksi secara sadar, bukan asal jadi.

Jadi saya nggak cuma memantau jalannya shooting. Saya ikut membangun logika visual yang konsisten, memastikan tone tiap episode tetap selaras, dan menjaga agar setiap shot punya alasan untuk ada. Kalau satu frame terasa nggak nyambung dengan cerita keseluruhan, itu jadi tanggung jawab saya untuk membenahinya sebelum kamera lanjut.

Cara Saya Meramu Storytelling Visual di Lapangan

Satu hal yang selalu saya tanamkan sebelum shooting: materi edukatif yang terasa membosankan itu lahir dari eksekusi yang nggak punya arah visual. Sebagus apa pun materinya, penonton bakal kabur jika penyajiannya datar. Mereka tidak akan bertahan sampai poin utamanya selesai.

Makanya Strategi Storytelling Visual untuk Production House dan Agensi yang saya terapkan di Erklika bukan soal “gimana caranya gambarnya bagus.” Tapi soal gimana setiap frame bisa jadi jembatan antara materi pelajaran dan pengalaman menonton yang nyaman.

Konkretnya, saya selalu mulai dari breakdown materi per episode sebelum hari-H. Saya pahami dulu inti pesan yang ingin saya sampaikan, baru saya terjemahkan ke pendekatan visual. Mana bagian yang butuh close-up biar kesannya lebih intim, mana yang lebih kuat kalau angle-nya lebar, mana yang perlu gerakan kamera supaya nggak terasa kaku. Semua itu sudah saya petakan sebelum kru mulai setup.

Produksi Itu Soal Keputusan Cepat yang Tepat

Banyak hal yang saya pelajari dari Proses Produksi Video Edukasi Penerbit Erlangga. Intinya, produksi yang bagus bukan soal rencana yang sempurna. Kita harus mampu mengambil keputusan cepat saat semua hal meleset dari rencana.

Entah pencahayaan yang berubah, talent yang butuh beberapa take ekstra, atau shot yang kurang kuat secara naratif setelah saya evaluasi kembali. Di sinilah saya membuktikan peran nyata tersebut. Saya segera membaca situasi lapangan untuk mengambil keputusan cepat tanpa rapat panjang.

Lima episode dalam satu bulan itu nggak bakal selesai kalau alur kerja tim nggak solid. Setiap hari shooting harus punya output yang jelas, dan ketujuh kru harus tahu apa yang dikerjakan dan kenapa itu penting. Proses itu yang akhirnya membentuk cara saya memandang produksi, bukan sebagai tumpukan tugas teknis, tapi sebagai satu narasi panjang yang dieksekusi bareng.

Yang Saya Bawa dari Kolaborasi Ini

Satu bulan, lima episode, tujuh orang. Itu angkanya. Tapi yang lebih penting adalah apa yang tersimpan di baliknya. Portofolio Creative Direction dan Video Production saya di Erklika ini bukan sekadar daftar pekerjaan yang sudah selesai, tapi bukti bahwa mendampingi produksi dari awal sampai akhir butuh lebih dari sekadar skill teknis.

Dan jujur, yang paling berkesan justru bukan momen ketika semuanya lancar. Kolaborasi Pembuatan Konten Edukasi yang Berkesan itu tumbuh dari momen-momen di mana tim harus problem-solve bareng secara real-time, waktu satu setup nggak jalan sesuai rencana dan kami harus adaptasi dalam hitungan menit. Itu yang bikin proyek ini terasa bermakna lebih dari sekadar kerja biasa.

Next Step – Kalian Punya Project Serupa?

Kalau kalian dari production house, agensi kreatif, atau brand yang sedang mencari seseorang untuk membantu mengeksekusi produksi video, terutama yang punya kedalaman naratif dan butuh creative direction yang terarah, saya terbuka untuk ngobrol.

Saya bawa pengalaman lapangan, pemahaman storytelling visual, dan kebiasaan kerja yang efisien di tim, ke setiap kolaborasi yang saya masuki.

→ Hubungi saya langsung atau lihat karya lainnya di portofolio ini.


Karya yang berkesan tidak berhenti di ide, tapi tumbuh dari proses yang punya arah. — Didrika Ruvida